Semua karena Kusayang Mama




Hari demi hari silih berganti, berbagai perubahan terjadi tanpa bisa kita hindari. Seiring bertambahnya usiaku, tentu usia mama pun semakin bertambah tua. Aku resah akan hal itu, tak ingin ketika mama tua nanti, aku masih belum mampu menjadi anak yang bisa membuatnya terharu bahagia.

Setiap anak yang ada di dunia, pasti ingin membuat orang tuanya bangga akan prestasinya. Begitu pun aku, aku juga ingin membuat mama bangga karena prestasiku. Namun apalah dayaku yang prestasi saja tak punya. Bahkan bakat pun aku tak tau, aku tak pernah berpikir apa sebenarnya bakatku. Karena selama ini aku terlalu nyaman menikmati kehidupan sebagai anak biasa saja yang tidak memiliki prestasi apa-apa, bagiku jalani saja kehidupan ini seperti air yang mengalir.

Namun keresahanku semakin menjadi-jadi ketika aku menginjak usia 20 tahun, karena usiaku yang bertambah, tentunya usia mama pun juga ikut bertambah, itu artinya waktu untuk bisa membuat mama bangga padaku semakin sedikit. Bila aku ingin membuat mama bangga, maka aku tak boleh hanya menjadi air yang terus terbawa arus. Sudah cukup bagiku untuk hidup mengikuti arus saja. Aku tak ingin lagi hidup terlalu biasa. Hingga pada bulan Mei kemarin tepat di hari ulang tahunku yang ke-20. Aku menulis sebuah janji untuk diriku sendiri, bahwa aku tidak mau lagi hidup seperti ini, aku harus berubah, hidupku harus jauh lebih baik dari kemarin, pokoknya di usia 20 ini aku harus menciptakan sesuatu yang bisa membuat mama bangga. “Aku harus berkarya dan berprestasi” batinku dalam hati.

Hufft… Namun ternyata harapan memang tak seindah kenyataan. Waktu bergulir, hari demi hari bergerak mengiringi setiap langkah, sampai memasuki bulan Juni aku tak mengalami perubahan sedikit pun dalam kehidupanku. Akhirnya aku menyadari, ternyata berjanji kepada diri sendiri itu bukanlah perkara yang mudah. Karena godaan akan selalu datang, ujian akan terus mengiringi dan rintangan pun terasa semakin sulit untuk dilalui. Janji-janji untuk terus memperbaiki diri hanya menjadi omong kosong yang sering kali aku ingkari. Rasa lelah dan ingin berhenti sering datang menghantui. Tapi aku tak mau menyerah! Setiap rasa lelah itu datang, wajah mama selalu hadir dengan penuh cinta dan kasih sayang yang selalu mampu membuatku merasa tenang.

Cinta tulus seorang mama selalu mampu membuat ku untuk tetap kuat berdiri. Janji yang sudah aku buat, harus bisa aku tepati, meski sebagai manusia yang seringkali lupa diri, tapi berkat cinta, doa dan dukungan seorang mama semangat ku selalu mampu bangkit kembali.

Aku masih bisa berdiri tegar saat ini semata-mata karena mama. Apapun yang telah aku capai, semuanya juga berkat doa mama. Entahlah, tanpa mama aku mungkin tak bisa apa-apa. Itulah sebabnya aku selalu bersyukur, karena atas dukungan dan dorongan yang selalu mama beri, aku jadi mengerti tentang arti hidup. Bahwa hidup tidak boleh biasa-biasa saja. Kita harus bisa berinovasi, menciptakan sesuatu yang berbeda dan membuat hidup jadi penuh warna. Kita harus mampu menciptakan sejarah dalam kehidupan kita sendiri. Menorehkan tinta emas dalam setiap lembaran kehidupan dan membuat perbedaan.

Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan dari mama. Mama terimakasih untuk setiap kebaikan yang telah kau beri. Terimakasih untuk setiap motivasi. Terimakasih untuk kasih sayang tulus tanpa henti. Aku mencintaimu dari hati. Semoga kelak janjiku untuk membuatmu bahagia bisa aku tepati.
Sekali lagi, terimakasih mama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah