Wanita dalam Karir
Kayaknya seru yah bisa satu kerjaan dengan pasangan, selain bisa selalu sama-sama berdua setiap hari, hubungan kita pasti akan lebih dekat dan menyenangkan. Ah, jadi ingin😄
Menjadi seorang wanita itu tidak mudah. Namun, menjadi wanita adalah anugrah luar biasa yang Tuhan beri untuk kita.
Saat wanita memilih untuk meniti karir, bukan berarti wanita tersebut melupakan kodratnya sebagai wanita.
Kita memang perlu mandiri, berusaha untuk bisa berdiri pada kaki sendiri agar tidak terbiasa bergantung pada laki-laki.
Sebab tempat menggantungkan segalanya hanyalah Allah.
Wanita karir seringkali diidentikkan dengan wanita yang tangguh, wanita yang cerdas dan wanita super yang luar biasa. Sebab tidak semua wanita bisa seperti itu.
Namun di balik semua itu, tak jarang pula muncul dileam tersendiri pada diri seorang wanita. Ada banyak hal-hal menyedihkan yang juga dirasakan. Ketika kita memutuskan untuk berkarir itu artinya kita sudah siap untuk bisa berbagi waktu antara pekerjaan, keluarga, juga diri sendiri. Mengapa diri sendiri? Ya, tentu saja, diri sendiri juga perlu kita pertimbangkan karena kita juga butuh waktu untuk bisa merawat diri. Sediakanlah waktu untuk diri sendiri, agar kita tidak lupa bahwa kita juga perlu untuk berbahagia.
Dilema-dilema seperti susahnya membagi waktu, dibicarakan orang, sibuknya hingga nyaris melalaikan ibadah, dan segala rayuan-rayuan setan membujuk seorang wanita untuk lalai dan melupakan kodratnya sebagai wanita turut menjadi godaan yang sulit sekali dihindari.
1. Sarjanaku
Banyak orang yang mencibir seperti "Buat apa sih sekolah tinggi-tinggi, toh pada akhirnya diam dirumah juga" atau "Buat apa jadi sarjana kalau akhirnya, kerjanya cuma di dapur." Tentu itu ungkapan yang cukup menyayat hati. Tidak semua orang bisa mengerti. Karena mereka tidak pernah menjadi kita.
2. Kerja dulu baru Allah
Saking sibuknya dengan pekerjaan, tak jarang beberapa wanita karir seling mengesampingkan Allah. Bila sudah begini, hal yang harus dipertanyakan adalah sebenarnya untuk apa? Untuk apa sibuk-sibuk bekerja bila Allah dinomor duakan?
3. Sering melalaikan ibadah
Melalaikan ibadah juga tak luput menjadi kendala bagi seorang wanita karir, saat kerjaan menumpuk dan dikejar deadline, tak jarang ibadah pun dilalaikan. Naudzubillah.
4. Tunggu lima menit
Tunggu lima menit. Buda menunda-nuda pekerjaan nampaknya sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia.
Padahal jelas-jelas kita tahu bahwa menunda-nunda pekerjaan adalah hal yang tak baik. Bila tidak sekarang, lalu kapan lagi? Jangan sampai, karena terbuai dengan alasan tunggu lima menit hingga kita pun tidak mampu menyelsaikan pekerjaan yang sudah menumpul. Sebab menunda pekerjaan sanga berpotensi membuat pekerjaan yang lain menjadi menumpuk
Maka dari itu, mulai sekarang cobalah untuk menjadi wanita karir yang tak lalai dengan ibadah dan lupa pada Allah. Sebab berkarir boleh saja, namun beribadah jangan sampai lupa!
Menjadi seorang wanita itu tidak mudah. Namun, menjadi wanita adalah anugrah luar biasa yang Tuhan beri untuk kita.
Saat wanita memilih untuk meniti karir, bukan berarti wanita tersebut melupakan kodratnya sebagai wanita.
Kita memang perlu mandiri, berusaha untuk bisa berdiri pada kaki sendiri agar tidak terbiasa bergantung pada laki-laki.
Sebab tempat menggantungkan segalanya hanyalah Allah.
Wanita karir seringkali diidentikkan dengan wanita yang tangguh, wanita yang cerdas dan wanita super yang luar biasa. Sebab tidak semua wanita bisa seperti itu.
Namun di balik semua itu, tak jarang pula muncul dileam tersendiri pada diri seorang wanita. Ada banyak hal-hal menyedihkan yang juga dirasakan. Ketika kita memutuskan untuk berkarir itu artinya kita sudah siap untuk bisa berbagi waktu antara pekerjaan, keluarga, juga diri sendiri. Mengapa diri sendiri? Ya, tentu saja, diri sendiri juga perlu kita pertimbangkan karena kita juga butuh waktu untuk bisa merawat diri. Sediakanlah waktu untuk diri sendiri, agar kita tidak lupa bahwa kita juga perlu untuk berbahagia.
Dilema-dilema seperti susahnya membagi waktu, dibicarakan orang, sibuknya hingga nyaris melalaikan ibadah, dan segala rayuan-rayuan setan membujuk seorang wanita untuk lalai dan melupakan kodratnya sebagai wanita turut menjadi godaan yang sulit sekali dihindari.
1. Sarjanaku
Banyak orang yang mencibir seperti "Buat apa sih sekolah tinggi-tinggi, toh pada akhirnya diam dirumah juga" atau "Buat apa jadi sarjana kalau akhirnya, kerjanya cuma di dapur." Tentu itu ungkapan yang cukup menyayat hati. Tidak semua orang bisa mengerti. Karena mereka tidak pernah menjadi kita.
2. Kerja dulu baru Allah
Saking sibuknya dengan pekerjaan, tak jarang beberapa wanita karir seling mengesampingkan Allah. Bila sudah begini, hal yang harus dipertanyakan adalah sebenarnya untuk apa? Untuk apa sibuk-sibuk bekerja bila Allah dinomor duakan?
3. Sering melalaikan ibadah
Melalaikan ibadah juga tak luput menjadi kendala bagi seorang wanita karir, saat kerjaan menumpuk dan dikejar deadline, tak jarang ibadah pun dilalaikan. Naudzubillah.
4. Tunggu lima menit
Tunggu lima menit. Buda menunda-nuda pekerjaan nampaknya sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia.
Padahal jelas-jelas kita tahu bahwa menunda-nunda pekerjaan adalah hal yang tak baik. Bila tidak sekarang, lalu kapan lagi? Jangan sampai, karena terbuai dengan alasan tunggu lima menit hingga kita pun tidak mampu menyelsaikan pekerjaan yang sudah menumpul. Sebab menunda pekerjaan sanga berpotensi membuat pekerjaan yang lain menjadi menumpuk
Maka dari itu, mulai sekarang cobalah untuk menjadi wanita karir yang tak lalai dengan ibadah dan lupa pada Allah. Sebab berkarir boleh saja, namun beribadah jangan sampai lupa!
Komentar
Posting Komentar