Desa Pernek

Pernek adalah sebuah desa kecil yang ada di pulau Sumbawa. Sebuah desa tempat mama dilahirkan dulu. Sebuah desa yang memberikan banyak cerita berkesan untuk mama.

Dulu setiap menjelang tidur, mama sering bercerita tentang dia dan desanya, tentang dia dan temannya, tentang dia dan segala kenangan yang mungkin sampai saat ini belum bisa dilupakannya. Aku melihat ada wajah penuh gairah ketika mama menceritakan kembali kisah masa kecilnya. Masa kecil seorang anak desa yang hidup jauh dari kota. Masa kecil yang tak jarang membuatku iri dan ingin melakukan hal yang sama seperti mama. Namun, aku sadar bahwa itu hanya harapan yang takkan mungkin bisa menjadi kenyataan. Aku dan mama memiliki masa yang berbeda. Tentu saja, cerita kita pun berbeda.

Tak hanya mama yang sering merindukan desanya, aku pun juga sama. Meski aku tak besar di sana, namun aku selalu menikmati setiap liburan di sana. Ada banyak cerita indah yang aku rindukan ketika aku berada di pernek. Seperti main di sawah, mandi di kali, menemani kakek dan nenek menanam padi, melihat sapi-sapi memakan rumput, mendenfar kicauan merdu burung-burung. Menghirup udara segar yang jauh dari polusi dan segala, segala keindahan desa yang tidak ada di kota.

Dulu, dulu sekali, jauh sebelum pernek terkenal dengan air terjunnya, jauh sebelum orang-orang mengenal pernek sebagai tempat wisata, suasana di pernek masih sangat kental pedesaannya. Aku sangat suka, sebab tak ada polusi udara, tak ada bangunan-bangunan mewah, tak ada keramaian, tak ada kepenatan. Semua indah, asri dan alami.

Aku selalu senang ketika diajak berlibur ke desa. Sebab ada sebuah kenikmatan tersendiri yang rasa dan semua itu tak mampu kutemukan di kota.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah