Wanita Bisa Berdaya
Sumber: magazine.banananina.co.id
Ika Natassa adalah salah
satu penulis favoritku. Aku mengenalnya pada akhir tahun lalu di instagram.
Sejak pertama kali melihat caption
pada foto yang ia bagikan, aku langsung jatuh cinta, dan menekan tombol follow untuk mengikutinya.
Semua yang dia bagikan
selalu memberi banyak pelajaran bagiku. Meski dia tak mengenalku, tapi aku
langsung suka padanya. Mungkin karena ia sering membagikan pelajaran hidup
secara gratis dan sangat menyentuh bagi pembaca kali, ya. Semua isi storynya selalu berdampak bagi
kehidupanku. Aku selalu suka ketika ig storynya menjadi titik-titik panjang.
Berbeda dengan selebgram-selebgram lainya yang titik-titik storynya dipenuhi oleh promosi endorse.
Kak Ika juga kadang promosi sih, tapi entah mengapa, cara promosinya itu, tidak
bikin mata muak.
Bagiku, wanita yang
biasa dipanggil Kak Ika itu adalah salah satu sosok wanita yang sangat
menginspirasi. Sebab, semua yang ia bagikan, selalu berhasil menyentuhku. Ia
selalu berhasil membuatku mengangguk-angguk, bersedih, bahkan tertawa. Kalimat-kalimatnya
pandai sekali memainkan perasaan hatiku.
Ada banyak sekali
pelajaran yang aku dapatkan. Darinya aku belajar bahwa tak ada hidup yang
sempurna, mereka yang terlihat bahagia pun tidak melulu hidupnya dipenuhi
dengan kesenangan. Tapi karena selalu mensyukuri hidup dan menikmatinya, maka
kebahagian selalu mengikutinya. Kurang lebih seperti itulah pelajaran yang bisa
kupetik dari cerita-cerita yang ia bagikan.
Di dalam hidup akan
selalu ada suka dan duka. Kita tidak bisa menghindari keduanya untuk bahagia.
Kita hanya perlu menerimanya maka bahagia akan datang kepada kita. Tak perlu
tenggelam dalam kesedihan, sebab kita tak sendiri. Lagi pula tak ada manusia di
muka bumi ini yang luput dari ujian. Tak ada yang bisa kita lakukan selain
belajar untuk ikhlas menerima semuanya. Sebab hidup adalah pilihan. Memilih
bersedih atau berdaya? Semua pilihan, kitalah yang menentukan.
Ada satu pesan yang aku
baca dari storynya tadi pagi, "Ka, kadang hidup ini seperti anak panah,
harus ditarik jauh dulu ke belakang sebelum bisa melesat lebih kencang ke
depan." Seperti itulah ungkapannya. Sebenarnya ucapan itu sudah sering
aku baca di mana-mana, tapi aku suka mengutip ucapan itu dari Kak Ika karena ia
membagikannya bersama cerita hidupnya yang nyata sehingga pesan itu lebih
terasa kebenarannya.
Kak Ika mengajarkanku
tentang betapa pentingnya kita berdamai dengan hidup. Betapa pentingnya kita
belajar memaknai hidup. Dengan segala keluasan hatinya, akhirnya ia mampu
memotivasi banyak orang dengan kisah-kisah pilunya. Meski saat ini ia sedang
diberi ujian berupa penyakit, hal itu tak menyurutkan dirinya untuk terus
menebar inspirasi.
Aku ingin seperti Kak
Ika, yang tetap kuat meski hidup tidak selalu sependapat. Tetap tegar meski
ombak kehidupan terus menerjang. Tetap berdaya meski banyak masalah. Dan yang
terpenting adalah tetap percaya bahwa Allah selalu ada.
Semoga kita semua diberi
kekuatan oleh Allah untuk terus berdaya dan bisa menebar banyak manfaat bagi
sesama. Apalah arti hidup bila kita tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Meski hidup kadang tak memberi apa yang kita inginkan, belajarlah dari batu
karang yang tetap kuat meski diterjang ganasnya ombak. Jadilah kuat meski
cobaan terus datang.
“Di dalam hidup akan selalu ada suka dan duka.
Kita tidak bisa menghindari keduanya untuk bahagia. Kita hanya perlu
menerimanya maka bahagia akan datang kepada kita.”

Komentar
Posting Komentar