Terlupakan, Mungkin Ia Rindu!

Setiap orang yang memiliki harapan pasti pernah merasa kecewa dan sedih saat semua yang diharapkan itu tak kunjung terjadi. Rasanya hati ingin marah dan memaki. Ingin menyalahkan keadaan, menyalahkan semua yang bisa disalahkan, bahkan yang terparah sampai menyalahkan Tuhan. Menyalahkan Sang Pencipta, karena merasa diri tak lagi dicintai, merasa diri tidak dituruti, merasa diri tak lagi sayangi sebab harapan yang dinanti tak kunjung terjadi.

Padahal kita tak layak menyalahkan siapa pun. Yang terjadi meski tak kita ingini, pastilah itu yang terbaik yang Allah beri.

Mungkin saja, Allah ingin menguji seberapa besar hasrat kita, seberapa besar ingin kita, seberapa banyak usaha kita, hingga seberapa sering kita berdoa?

Mungkin saja kita lupa, kita lupa meminta pada-Nya. Mungkin saja Ia rindu, rindu akan doa-doa kita. Mungkin saja Ia rindu, rindu akan tangisan kita di sepertiga malam terakhir.

Terkadang kita terlalu sering menuntut hingga lupa bahwa kita juga seharusnya dituntut.

Terkadang kita terlalu sering protes hingga kita lupa bahwa kita juga layak untuk diprotes.

Terkadang kita sering lupa, kita lupa untuk mengintrospeksi diri hingga begitu mudah untuk menyalahkan keadaan.

Wahai diri, belajarlah untuk menerima semua yang telah terjadi, belajarlah untuk mengikhlaskan apa yang pergi, belajarlah untuk berbesar hati dan belajarlah untuk mengerti bahwa tidak semua hal yang kita ingini bisa kita miliki. Belajarlah dari rasa kecewa yang kau alami, agar sedihmu tak terulang lagi.

Tanyakan pada dirimu, sudah seberapa sering doa kau panjatkan? Sudah seberapa sering kau mengadu pada Allah atau sudah seberapa sering kau buat Allah kecewa? Sudah seberapa sering? Lalu pantaskah kau menuntut lebih, bila kau sendiri belum bisa beribadah sepenuh hati? Renungilah semua itu.

Sadari bahwa segala yang terjadi pasti itu yang terbaik. Berbaik sangka saja pada Allah, mungkin Ia sedang rindu pada kita.

Astagfirullah, memohon ampunlah pada Allah. Betapa buruknya sikap kita. Tak malukah? Menuntut lebih sedangkan kita belum bisa memberi lebih. Yuk mulai introspeksi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah