Meilina Review buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoh Amat” Karya Mark Manson




Kemarin aku baru saja tuntas membaca buku yang berjudul “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoh Amat” karya dari Mark Manson. Kesan pertama ketika membaca buku ini, aku langsung teringat dengan buku “The Secret” ditulis oleh Rhonda Byrne yang pernah aku baca pada zaman SMK dulu.

Jika di dalam buku The Secret menjelaskan bahwa kita semua sangat berharga dan begitu istimewa, maka lain halnya dengan buku bersikap bodoh amat ini, di mana kita disadarkan bahwa bila semua orang di dunia ini istimewa dan berharga maka kita semua sama saja, tak ada yang benar-benar istimewa tak ada yang benar-benar berharga karena semua orang sama. Ketika aku pikir-pikir lagi, benar juga sih, kata Mark Manson benar, kata Rhonda Byrne pun tak salah.

Bagiku kedua buku ini saling bertolak belakang namun saling melengkapi satu sama lain. Buku ini memberikan gambaran yang berbeda tapi juga sama-sama masuk akal. Wajar bila kedua buku ini menjadi buku yang paling dicari dan sangat diminati.

Ada banyak sekali pemikiran-pemikiran baru yang aku dapatkan dari buku bersikap bodoh amat ini. Salah satunya adalah aku menjadi tidak takut untuk mengalami kesedihan. Buku ini benar-benar membuka mataku tentang esensi dari sebuah kesedihan yang banyak sekali orang hindari.

Secara garis besarnya aku bisa menarik kesimpulan bahwa ketika kita menghindari rasa sedih maka itu sama artinya kita menghindari kehidupan. Kita tidak bisa menghindari rasa sedih sepanjang kita masih hidup. Dan tentu saja, setiap pilihan yang kita pilih selalu memberi rasa sakit yang berbeda. Semua tergantung dari pilihan yang kita pilih sebelumnya.

Mark manson juga mengingatkan bahwa kita tidak perlu bertanya tentang mau menjadi apa kita nanti, tapi bertanyalah kepada diri tentang rasa sakit apa yang mau kita lalui. Bila kita bisa menerima rasa sakit apa yang mau kita lalui dan jalani, kita pasti bisa menjadi apa yang kita ingini. Jadi, jangan lagi menghindari rasa sakit, sebab itu adalah bagian dari kehidupan yang sudah seharusnya kita jalani dengan sepenuh hati.

Kurang lebih seperti itulah pelajaran yang bisa aku ambil dari buku bersampul oren ini. Nah, bila kamu berminat untuk membacanya, buku ini bisa kamu temukan di gramedia. Selamat membaca kawan-kawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah