Penistaan Agama, Haruskah Kita Marah-Marah?


Tadi aku baru aja buka ig, terus lihat postingan yang isinya salah satu ustad atau apa gitu dia marah-marah karena dia merasa ada salah satu pelawak yang ngehina Nabi Muhammad Saw. ngeliat kayak gitu ya aku kaget, apalagi waktu sang ustad bilang dia mau perang kalau pelawak itu tidak segera minta maaf. Ustad ini juga beri ultimatum kepada pelawak itu untuk bertaubat kepada Allah dengan cara marah-marah.

Terus aku penasaran dong, aku buka google nyari tau, apa benar Nabi Muhammad dulu waktu dihina orang-orang perlakuannya kayak gitu, marah-marah sampai emosi tingkat dewa? Dan kamu tau apa yang aku dapati? Ternyata jawabannya tidak sama sekali, ada salah satu cerita yang aku terenyuh banget pas bacanya gini:

Waktu itu, ada seorang Yahudi yang datang ke rumah Nabi. Mereka datang hanya untuk ngehina doang. Jelas dong, Aisyah marah. Terus Aisyah bilang “Celaka kalian, umat Yahudi. Semoga Allah melaknat dan membenci kalian.”
Wajarr dong, lagi pula siapa sih yang nggak marah kalau orang tersayangnya dihina kayak gitu, ya pasti marahlah emosi juga. Tapi kamu tahu, apa respon nabi?
Nabi justru berkata demikian kepada Aisyah, mahlan ya ‘Asiyah, alaiki bir rifqi wa iyyaki wal ‘unf aw al-fuhsy. “Tenang Aisyah, tetaplah berperilaku lembut (kepada mereka), tak usah emosi dan berkata kotor,” begitu nasihat Nabi pada Aisyah.
Merasa belum puas, Aisyah pun agak protes kepada Nabi, “Nabi, tidakkah engkau mendengar perkataan buruk mereka padamu?”
“Iya, saya dengar Aisyah. Biarkan saja Allah yang membalas. Kalau saya tidak zalim, insya Allah mereka yang akan terkena akibatnya sendiri dari doa buruk mereka.”

Jleb, seketika aku langsung berpikir, Ya Allah, segitu besarnya hati nabi, yang mana kita sendiri mungkin gk akan bisa berbesar hati kalau dihina dan dicaci maki apalagi orang yang ngehina sampai datang kerumah hanya untuk ngehina kita doang, bayangin deh.

Kalau emang kita sayang sama nabi, kalau emang kita peduli sama nabi, dari pada buang tenaga untuk marah-marah sampai maksa si pelaku penghinaan untuk taubat yang jelas-jelas mereka gk mau, yaudah kita doain aja, semoga Allah membalikkan hati mereka, semoga Allah sadarkan mereka.

Iya wajar kok kita marah kalau ada orang yang kita sayang dihina, itu wajar, wajar banget. Tapi gk berarti kita harus marah-marah emosi-emosi sampai ngajak perang juga kan? Ya kita tunjukin aja sikap baik kita, ya kita tetap aja baikin mereka. Toh nabi juga meski dihina dicaci dimaki, beliau tetap sabar. Selama mereka tidak mengusik kita dengan melukai atau menciderai kita. Kita doakan saja semoga Allah membalas mereka dengan hukuman yang setimpal.

Kenapa sih kita gk hidup damai aja di dunia, kenapa sih harus ultimatum-ultimatum untuk perang? Kenapa sih kita jadi manusia mudah sekali tersingung? Nabi Muhammad aja gk pernah ngajarin kita kayak gitu. Ya kan?

Udah segitu aja sih ceritaku hari ini. Jangan nyinyirin aku ya netizen, tegur aku kalau aku salah. Mungkin ilmuku emang masih kurang, aku juga masih belajar. Terima kasih sudah membaca.

Oiya kalau kalian penasaran sama cerita di atas kalian bisa buka aja link di bawah ini untuk cerita lengkapnya: https://islami.co/sikap-rasulullah-kepada-yahudi-yang-menghinanya/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah