Belajar Melepas Kemelekatan

Minggu ini, semesta sepertinya sedang memberiku praktikum tentang kemelekatan yang sudah kepelajari sejak dulu. Jadi, seharian kemarin, aku merasa sangat down. Pikiranku kacau, hatiku lebih-lebih. Aku bahkan tak mampu lagi melihat cahaya di dalam diriku. Kucoba berbagai cara untuk membangkitkan semangatku kembali. Namun, terasa sia-sia. Pikiranku membawaku pada rasa cemas dan gundah.

Masalah demi masalah seperti datang dari berbagai arah. Bila sudah begini, segala motivasi, tak mampu aku lihat lagi. Bawaannya selalu ingin menggerutu, mengeluh, capek sekali. Aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa.

Aku merasa terpojokkan. Benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, selain meminta pertolongan Allah. Setelah melewati hari kemarin yang nampak suram sekali, hari ini aku terbangun dengan perasaan yang baru.

Aku menyadari bahwa setiap detik aku bisa menjadi selalu baru. Hanya dengan penerimaan, segalanya menjadi berubah. Kusyukuri napas yang masih Tuhan beri. Kucoba untuk memperhatikan keluar masuknya udara ke dalam tubuhku, dan aku menjadi lebih rileks. Aku katakan pada diriku, bahwa aku siap menjalani hari ini, aku siap menghadapi masalahku kali ini.

Kubuka sosial media, untuk melihat kabar terkini. Kutemukan tulisan Bopo Penyembuh Seketika dengan judul, “Puncaknya Ketidakmelekatan adalah Kepasrahan.” Beliau menuliskan bahwa, “Tuhan seringkali menghadirkan berbagai macam peristiwa tragis untuk kita, agar kita bisa melepaskan kemelekatan kita pada semua permasalahan yang kita hadapi tersebut. Kerena sesungguhnya semua ketakutan dan kekhawatiran yang dialami oleh manusia itu adalah karena kemelekatan kita terhadap masalah kita sendiri.”

Pada tulisannya beliau juga menceritakan tentang seekor rusa hamil tua yang sebentar lagi akan melahirkan sedang minum dipinggir sungai.

Saat sedang minum, tiba-tiba hutan kebakaran. Dari kanannya ada seorang pemburu yang ingin menembaknya. Dari sebelah kiri api terus mendekat kearahnya. Sementara dari belakang ada seekor harimau yang siap memangsanya, dan di depannnya ada kali yang dalam, jika ingin melompat pun, ia pasti akan mati tenggelam.

Karena merasa terjebak dengan situasi tersebut, tak ada yang bisa lagi dilakukan oleh rusa selain fokus dan berserah hanya kepada tuhan. Ia lepaskan semua masalah yang sedang dihadapinya dan hanya berfokus pada proses melahirkannya.

Seketika itu, tiba-tiba petir menyambar, hujan pun turun. Membuat pandangan pemburu itu menjadi kabur hingga ia pun menembak salah sasaran dan mengenai harimau. Harimau mati, pemburu pun memilih untuk pergi berteduh. Sementara api yang terus bergerak maju pun juga mati karena hujan yang turun. Rusa tersebut pun berhasil melahirkan dengan selamat.

Oke, terlepas dari cerita itu fiksi atau tidak. Ada pelajaran menarik yang menjadi jawaban dari permasalahanku saat ini. Bahwa di saat masalah yang kita rasa datang dari berbagai arah menyerang kita. Selalu ada pilihan yang bisa kita ambil.

Terus takut dan cemas memikirkan permasalahan tersebut, atau hanya fokus dengan apa yang bisa kita lakukan dan menyerahkan segala hasilnya kepada Tuhan. Ketika kita hanya fokus dengan masalah kita, di saat itulah kita telah melekat dengan sang masalah.

Namun ketika kita berserah dan hanya berfokus pada apa yang bisa kita lakukan, Tuhan pasti akan membantu kita bahkan dengan cara yang tidak pernah kita sangka-sangka. Dan semua pasti akan baik-baik saja.

Memang, kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di depan, apakah berhasil atau tidak, tapi itu bukanlah tugas kita untuk memikirkannya, karena yang perlu dilakukan adalah melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan tenang. Fokus saja hanya pada apa yang bisa kita lakukan, untuk hasil serahkan saja padaNya.

Ketika kita sudah merasa pusing, cemas, khawatir, sedih, dan segala macam perasaan tidak nyaman lainnya. Itu artinya kita telah melakat pada sesuatu yang kita anggap masalah. Itulah saatnya kita melepaskan kemelakatan tersebut agar kita pun bisa menjalani hidup ini dengan jauh lebih tenang dan damai.

Memang terkadang kita harus ikhlas melepaskan/membuang sesuatu yang tidak lagi selaras dengan kita, agar hal-hal baru yang selaras bisa memiliki ruang untuk tumbuh di dalam diri kita.

Dan selalu ingat bahwa segala sesuatu tidak akan menjadi masalah selama kita tidak menganggapnya sebuah masalah. Yah, aku sudah mempelajari teori ini dari jauh-jauh hari, namun ketika aku dihadapkan pada suatu masalah, aku masih saja bisa lupa pada teori tersebut dan butuh diingatkan kembali agar aku bisa mempraktikkannya dalam kehidupan ini.

Itulah mengapa aku menulis, agar aku bisa berbagi kepada siapa pun yang kebetulan ditakdirkan membaca tulisanku, agar kita bisa sama-sama saling mengingatkan. Karena bagiku, teori saja tidak akan cukup, jika kita lupa untuk mempraktikkannya.

Satu pesan yang aku dapatkan hari ini adalah tetaplah tenang, karena ketenangan mampu membuat kita melihat segala hal dengan jernih. Dan teruslah belajar untuk terhubung dengan diri sendiri, sebab di dalam diri kita, telah terdapat segalanya yang kita butuhkan. Juga selalu praktikkan setiap ilmu yang telah didapat karena teori tidak akan ada gunanya, jika kita tidak mempraktikkannya.

Tetap semangat, tetap cintai takdir kita sendiri.

Komentar

  1. Sepertinya aku penah diposisi rusa itu, menjadi sangat rapuh dan pasrah. ketika di ujung tanduk pikiran dan perasaanku penuh cemas, ajalku akan cepat, tapi aku ingin bertahan hanya untuk beberapa helai nafas aku tak ingin harta dan jiwaku melayang.
    Dengan tubuh yang lemah dan bekal ilmu beladiri di masa lalu enam penjahat kambuhan tak berani memdekat. aku masih bisa bertahan, Tuhan masih tak ingin aku mati ia melempar angrek ajaib ditempat yamg paling aku benci. aku tidak yakin tapi tak bs lagi berpikir kecuali menerima. aku tidak merasakan reaksi apa-apa, tapi aku masih bisa pulang dan tidur beberapa jam.
    Cukup pulas mungkin krn reaksi anggrek ajaib itu. tidak lama aku menggerutu lagi setelah membaca pesan di whatsapp hari ini ada diklat ditempat kerja padahal harusnya aku libur. aku sama sekali tak tertarik mendengarkan pemateri pelatihan dan hanya terpaksa ada disana, tapi diakhir acara ada bagi-bagi hadiah, sekali lagi aku tak tertarik. tapi ketika ada pertanyaan bergulir empat peserta yang antusias coba menjawab pertanyaan itu tapi tak bisa, jawaban mereka selalu saja salah. tapi karena merasa bosan aku mengankat tangan, dan dengan tenang aku menjawab soalan itu. aku mendapat payung dan hatiku bahagia berfhoto dengan pemateri yang antusias telah berdiri bicara selama hampir 4jam. tapi yang aku heran kenapa aku bisa ditunjuk, padahal aku mengankat tangan hanya karena ingin ke toilet, dan lebih heran lagi karena jawaban rekaanku benar 100% aku bahkan tidak bisa mengulang jawaban itu. meskipun hanya payung yang kudapat, tapi hari itu turun hujan dan disepanjang jalan aku memikirkan betapa hidup ini penuh misteri. besok akan ada apalagi y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahaha, seru ya, di saat kita tidak berekspektasi, segala hal terjadi dan membuat kita merasa takjub. Selalu ada saja cara Tuhan membuat kita bahagia, tapi kita kadang lupa untuk menyadari itu. Padahal jika kita mau membuka mata, selalu ada kejutan tak terduga yang sudah disiapkan untuk kita alami. Kadang aku pun sampai saat ini masih sering tidak menyangka dan bertanya-tanya, kok bisa ya aku alami ini, kok bisa ya aku bertemu ini, dan kok bisa kok bisa yang lain.
      Aku jadi pngn dapat anggrek ajaib, hihihi...
      Bagaimana harimu hari ini? Apa berjalan dengan menyenangkan, Kak?

      Hapus
    2. iya, Angrek ajaibnya selalu ada....btw hariku sangat menyenangkan menemukan tulisanmu dan bisa berbalas komentar lansung dng kamu itu luarbiasa. biasanya aku hanya dapat salahsatunya...

      Hapus
    3. syukurlah, aku senang membacanya. semoga harimu selalu baik dan menyenangkan ya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah