Sudahkah Kita Berterima Kasih Kepada Diri Kita Sendiri?

 Di saat aku terdiam, hanya diam. Memfokuskan pikiran untuk melihat ke dalam diri sendiri. Ketika sudah berhasil fokus, sungguh aku benar-benar merasa takjub atas baiknya Tuhan kepadaku, karena telah memberiku segala hal yang bahkan tidak pernah aku minta.

Ia memberiku tubuh yang sehat, padahal aku jarang sekali meminta untuk diberi kesehatan. Selama ini aku hanya fokus untuk mengejar mimpi-mimpiku bahkan tak jarang aku lupa untuk menjaga kesehatanku. Dan hari ini, aku merasa bersalah karena selama ini mengabaikan sesuatu yang bahkan sangat menyayangiku.

Aku merasakan semua anggota tubuhku bergerak tanpa terkecuali. Mereka menjalankan fungsinya dalam diam. Setiap hari mereka selalu mencoba berkomunikasi denganku. Namun, seringkali aku mengabaikan mereka.

Aku tak peka. Aku tak mengerti pesan-pesan mereka. Aku tak mendengarnya, karena aku jarang menyempatkan diriku untuk terhubung dengan mereka – diriku sendiri.

Ketika aku menyempatkan waktu untuk diam. Pergerakan mereka sangat terasa bekerja dengan lembut. Mulai dari anggota tubuh yang paling besar hingga yang terkecil, bekerja menjalankan tugasnya masing-masing. Ada yang berdenyut, bergetar, ada yang mengalir, memanas, dll. Semuanya bekerja tanpa terkecuali.

Mereka tetap menjalankan fungsinya baik di saat aku memerhatikannya ataupun tidak. Mereka tetap bekerja meski aku tidak peduli dengan keberadaan mereka. Mau diperhatikan atau tidak, mereka tetap bekerja menjalankan tugsasnya sebagai anggota tubuhku.

Mereka sudah bekerja dengan sangat baik. Sudah seharusnya aku menghargai kerja keras mereka. Melalui tulisan ini, kuucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota tubuhku karena sampai saat ini, mereka telah bekerjasama bahu-membahu bekerja membantuku dalam menjalankan misiku di dunia ini.

Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika salah satu dari mereka ada yang mager, ada yang bosan, ada yang letih, ada yang capek, ada yang sumpek, ada yang sedih. Waah, sudah pasti ekosistem tubuhku pun pasti akan terganggu juga.

Hufft, sudah seharusnya aku menjaga emosiku agar anggota tubuhku tetap bisa bekerja dengan baik setiap hari. Sekali lagi, terima kasih diriku, terima kasih tubuhku, terima kasih karena sudah bekerja sebaik ini. Aku mencintaimu. I Love you.


Komentar

  1. kadang fisik kita bagus tp mental kita bermasalah... hidup harus bs menyeimbamgkan semuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak, sudah tugas kita untuk bisa menyeimbangkan keduanya. Namun, bagi kita yang sudah terlanjur sakit entah fisik ataupun mental, butuh usaha yang tidak biasa untuk bisa sembuh dan kembali seimbang.

      Hapus
  2. kita akan temukan jalan untuk tersenyum kembali. dengan hobbi menulis kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi link tulisanmu dong kak, aku juga ingin mampir ke blogmu, hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah