Belajar Berani Menerima Rasa Apa Adanya

Semakin kita menghindar dan mengingkari sebuah rasa yang sedang kita rasakan, rasa itu akan terus mengejar dan mengikuti kita. Tapi, bagaimana caranya agar kita tidak dikejar-kejar oleh rasa yang tidak kita inginkan?

Cara sederhananya adalah dengan menerima rasa itu. Jangan ditolak, jangan dilawan, cukup diterima.

Sebuah rasa yang hadir, memang sudah dihadirkan untuk kita. Semakin kita menghindarinya, maka akan semakin ia mengejar kita. Aku teringat sebuah ungkapan dari seseorang yang mengatakan bahwa, “jalan menghindari takdir adalah jalan menuju takdir itu sendiri.”

Aku menangkap maksudnya bahwa meski kita telah menghindari takdir yang telah ditetapkan untuk kita, sejauh apa pun kita berlari, suatu saat nanti kita tetap akan bertemu dan mau tidak mau harus mengalami dan merasakan takdir tersebut.

Jadi, bila saat ini kamu mengalami rasa yang tidak enak, yang tidak ingin kamu rasakan, janganlah dilawan. Belajarlah untuk menerima rasa itu. Sebab, rasa itu akan tetap ada selama kita belum bisa menerimanya.

Mungkin kita tidak bisa menghilangkan rasa tersebut, tapi kita selalu bisa untuk meminimalisirnya dengan cara berhenti menghindar darinya. Belajarlah menerima segalanya dengan apa adanya. Belajarlah merasakan rasa itu secara utuh.

Bila perlu, ambillah waktu untuk duduk berdua bersamanya. Dekap ia hingga ia melebur bersama diri kita, ketika semuanya telah melebur menjadi satu, maka tak adalagi yang namanya perasaan positif negatif (+-) seperti yang telah kutuliskan sebelumnya semuanya akan menjadi netral dengan sendirinya.

Ketika kita telah berhasil menyatukan perasaan positif dan negatif menjadi satu, kebahagiaan dan ketenangan pasti dengan segera menghampiri kita, karena tak ada lagi pembeda dan jarak antara mereka.

Jika kita tak mampu menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi, mungkin kita hanya perlu belajar untuk menerima bahwa masalah itu memang sudah disiapkan untuk kita untuk membentuk kita menjadi lebih kuat. Ingatlah bahwa terkadang sebuah masalah hadir tidak selalu harus diselesaikan, cukup kita rasakan dan ambil pelajarannya. 

Komentar

  1. hidup butuh kesalahan untuk belajar...sifat dasar manusia menghindari hal sukar. jadi sepanjang tahun di negeri kita ada adegan yg itu2 saja.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah