Menjadi Diri Sendiri Apa Adanya
Ada yg terlihat bahagia, tpi ternyata menyimpan begitu banyak luka. Ada yang terlihat keras dan kuat, tapi ternyata begitu lembut dan rapuh. Ada yg berusaha terlihat tidak kenapa-kenapa, tapi ternyata ada apa-apa.
Dari dulu, kita diajarkan untuk tidak gampang menangis, karena menangis dianggap lemah. Harus selalu tersenyum, harus selalu baik-baik saja. Sampai akhirnya kita terlatih untuk berpura-pura dan kesulitan untuk jujur kepada diri sendiri.
Dan orang-orang yang sedang berjuang untuk menjadi dirinya sendiri, mengekspresikan apa yg sedang ia rasakan, seringkali dianggap lebay/alay/berlebihan atau dikatakan yg buruk-buruk.
Orang yang sedang menunjukkan sedihnya, seringkali dianggap lemah
Yg sdng mengeluhkan kesulitannya dikira kurang bersyukur
Yg sdng menunjukkan bahagianya dikira pamer
Yg sdng menunjukkan kemampuannya dikira sombong
Yg sdng menasihati dirinya sendiri dianggap sok bijak
Penilaian-penilaian yg membuat org semakin takut untuk menjadi dirinya sendiri. Sehingga kita rela menjadi sesuatu yg tidak kita inginkan hanya untuk membuat hati kita tenang agar tidak dinilai buruk org lain, padahal justru jauh di dlm hati kecil kita merasa begitu gusar karena telah mengingkari perasaan yg sebenar-benarnya sdng dirasakan.
Tidak mudah untuk jujur dngn diri sendiri selama kita masih peduli dngn apa pendapat orang. Padahal, ketika kita mampu untuk jujur kepada diri sendiri, kita akan melihat hal-hal menakjubkan yang selama ini tak pernah kita lihat dan sadari.
mental yang tangguh, tdk akan mudah direcoki oleh org2 yg menginginkan kita jd biasa. krn org2 hebat biasanya sedikit aneh.
BalasHapus