Kekuataan Kata-Kata

Ada sebuah quote menarik yang kutemukan semalam. Aku lupa siapa penulisnya karena quote itu hanya lewat di berandaku sebentar dan langsung hilang karena hpku tiba-tiba me-refresh dirinya sendiri. Quote itu kurang lebih berkata seperti ini:

“Jika kamu ingin tahu bagaimana MASA LALUmu, lihatlah KONDISIMU sekarang. Jika kamu ingin tahu bagaimana MASA DEPANmu, lihatlah TINDAKAN apa yang kamu lakukan sekarang.”

Antara MASA LALU dan MASA DEPAN, tetap yang perlu kita perhatikan adalah apa yang terjadi di MASA SEKARANG.

Ini keren menurutku karena bahasanya tidak berat dan mudah untuk dipahami orang awam. Aku pernah menemukan kata-kata yang intinya kurang lebih sama seperti quote di atas, tapi membuat orang-orang yang tidak paham menjadi berdebat karena kata-katanya tidak masuk di akal.

Aku lupa siapa yang pernah berkata. Ia berkata bahwa, “Masa lalu dan masa depan itu tidak ada, yang ada hanyalah masa sekarang.” Tentu ungkapan ini akan menjadi aneh karena kita sudah terbiasa untuk membagi waktu kita dengan penyebutan masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Tidak sedikit netizen yang merespon. Ada yang setuju, ada yang bingung dan ada yang mengatakan aneh.

Saat itu responku biasa saja, karena aku paham dan mengerti apa maksud ungkapan dari kata-kata orang itu. Tapi ketika membaca komentar, tak sedikit netizen yang mengangap orang yang berkata itu adalah gila dan aneh.

Sepertinya aku juga dulu pernah menulis tentang masalah waktu ini. Aku lupa menuliskannya di mana, yang aku ingat, aku juga pernah berada di kesadaran yang sulit untuk mencerna kata-kata berat yang padahal makna dari kata-kata tersebut sudah begitu familiar di kepalaku.

Seperti yang aku tuliskan kemarin tentang kesadaran yang sama seperti operating system pada komputer, misalnya ketika kita menggunakan windows 10, tentu beberapa fiturnya tidak mampu dicerna dan dibaca oleh windows 7. Karena mereka berbeda versi. Windows 10 telah diupgrade, otomatis fitur-fitur windows 10 lebih baru dibandingkan windows 7 sehingga apa yang ada di windows 10 sering tidak mampu diterima oleh windows 7.

Ini persis sama seperti kesadaran manusia. Ketika seseorang yang sudah mencapai kesadaran 5 dimensi berkata-kata yang sebenarnya biasa saja, seringkali disalahpahami dan cenderung dianggap aneh oleh orang-orang yang masih berada di kesadaran 3 dimensi.

Aku semakin paham bahwa ketika ada seseorang yang menganggapku aneh karena kata-kataku, itu bukan karena aku benar-benar aneh, tapi kesadaran merekalah yang belum diupgrade. Karena apa yang ada di dalam kesadaranku, tidak mampu dicerna dan diproses oleh mereka, sehingga cara termudah untuk menyalahkanku adalah dengan mengatai-ngataiku aneh.

Aku menyadari bahwa tidak semua kata-kata yang kutulis ini dapat dicerna oleh semua kepala karena kesadaran yang dimiliki oleh setiap kepala itu berbeda-beda. Wajar saja, ketika kita meniadakan sesuatu yang sudah begitu familiar di masyarakat, kita akan dianggap aneh, teori kita diragukan. Padahal sebenarnya inti dari semua itu sama, hanya berbeda pada istilah dan kata-katanya saja.

Lihatlah bahwa betapa kata-kata itu memiliki kekuataan yang cukup besar untuk menggerakkan seseoarang dalam merespon dan bereaksi. Waw, aku merasa tercerahkan pagi ini, terima kasih Tuhan.

Aku tidak sedih lagi ketika orang-orang menganggapku aneh, karena aku sadar bahwa anggapan mereka bisa seperti itu karena tingkat kesadaran kami berbeda. Ini menjadi cermin refleksi untukku, ketika aku bertemu dengan orang yang aku anggap aneh, sebenarnya bukan orang itu yang aneh melainkan kesadarankulah yang belum sampai ke sana. Itu menjadi pesan untukku agar aku bisa terus mengupgrade diriku, terutama mengupgrade kesadaranku.

 

 

Komentar

  1. orang sepertimu harus terbiasa berjalan sendiri dikesunyian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, aku sedang belajar untuk nyaman dan jatuh cinta dengan diriku sendiri saat ini, agar aku bisa nyaman berjalan dalam kesendirian maupun keramaian

      Hapus
  2. teman-temanku yg pinter biasanya nampak introvert, padahal dia tidak nyambung aja dng org-org disekitarnya, tp klo ia ketemu aku baru semua yang ia ketahui dimuntahkannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku merasa sulit bersosialisasi karena merasa orang-orang sering salah paham dengan apa yang sedang aku bicarakan

      Hapus
  3. tidak apa-apa, km hanya butuh teman yg koneksinya sama dengan kamu. org itu ada, tapi tdk banyak dan susah ditemukan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah