Perbaiki Diri

 333 333

Mulai kugerakkan jemariku, dan otakku mulai memuntahkan segala isinya dalam fantasi dan khayalan yang menyenangkan. Siang tadi aku diingatkan oleh buku yang sedang aku baca bahwa kehidupan nyata kita adalah sebuah cerminan batin kita. Yang artinya, semua yang kita alami saat ini adalah apa yang sedang batin kita alami.

Aku dikacaukan oleh seorang teman yang semena-semena dan sesukanya. Aku tidak suka padanya, ia tidak bisa diajak bekerjasama. Lalu kemudian aku mencoba untuk introspeksi diri darinya. Apa mungkin aku juga sering semena-mena terhadap diriku dan diriku tidak bisa diajak bekerja sama?

Yah bisa jadi, jika benar, maafkan aku tubuh dan batinku Maafkan ketidaksadaranku. Terima kasih telah mengirimkan orang menyebalkan itu sehingga aku bisa menyadari sisi gelapku.

Hal yang aku pelajari hari ini adalah aku belajar untuk mengasihi setiap orang-orang yang aku jumpai sekalipun mereka telah membuatku merasa kesal. Rasa kesal tersebut membuatku sadar bahwa aku pun perlu untuk memperbaiki diriku.

Orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita adalah guru kehidupan yang dirikirimkan Tuhan untuk membantu kita naik kelas dan belajar mengenal hidup yang sesungguhnya.

Ada begitu banyak pelajaran berharga hari ini yang aku dapati, ini berbeda topik sama yang sebelumnya bahwa sebanarnya kita tidak pernah kekurangan dana, kita hanya kekurangan informasi, karena ada banyak sekali cara untuk mencapai tujuan kita dengan cara-cara yang tidak perlu menggunakan uang. Selama kita punya pengetahuan, kita mendapatkan informasi, selalu ada saja cara untuk kita mewujudkan semua mimpi dan cita-cita kita.

Tulisan kali ini sangat random dan tidak jelas tapi tak mengapa, aku hanya ingin berbagi pelajaran-pelajaran kehidupan yang aku dapatkan hari ini, tentang cerminan dan dana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Dasar Pemimpi Payah !”

#CoretanTulisan Meilina Astariah

#CoretanTulisan Meilina Astariah