Tercapainya Sebuah Mimpi
Barisan tombol-tombol keyboard ditekannya dengan lihai. Gerakan jemarinya begitu lentur mengikuti irama musik yang sedang diputar. Semangatnya semakin menggebu-gebu. Laptop putih yang ia beli ketika duduk di bangku SMA dulu seakan menjadi saksi bisu akan beratnya perjuangan yang harus ia lalui. Timbul tenggelamnya rasa malas yang kerap kali datang mengganggu, malam-malam yang seringkali ia lewati dengan tangisan karena ide sering buntu, padatnya kesibukan yang menghambat percepatan menulis karena kurangnya waktu, serta semua tentangan-tantangan yang membuatnya ingin menyerah dan berhenti kini mampu ia taklukkan. Kelahiran sebuah buku yang ia ciptakan seakan menjadi haru yang tak terelakkan. Rasa bangga layak ia rasakan, berkat perjuangan tanpa kenal lelah, melawan setiap kemalasan-kemalasan, melawan setiap rasa takut, dan membunuh setiap rasa ego seakan menjadi tantangan yang takkan mungkin ia lupakan sekarang. Jatuh bangun yang terkadang menjatuhkan air mata menjadi kenan...